Kala
Senja ditepi Batanghari
Kala senja dulu,
kita selalu menghabiskan waktu bersama.
Ditepi Sungai Batanghari ini.
Membagi satu sama lain, bercengkrama.
kita selalu menghabiskan waktu bersama.
Ditepi Sungai Batanghari ini.
Membagi satu sama lain, bercengkrama.
Kala senja dulu,
kita selalu menatap matahari terbenam, bersama.
Seakan ikut mengiringi kembalinya sang raja siang,
ke peraduannya.
kita selalu menatap matahari terbenam, bersama.
Seakan ikut mengiringi kembalinya sang raja siang,
ke peraduannya.
Kala senja dulu,
tawa renyahmu, selalu membahana ditepi Sungai itu.
Hangatnya gurauanmu, selalu memecah deru mesin kapal-kapal air itu.
Indahnya kala senja itu.
tawa renyahmu, selalu membahana ditepi Sungai itu.
Hangatnya gurauanmu, selalu memecah deru mesin kapal-kapal air itu.
Indahnya kala senja itu.
Namun, bagaimana
dengan senja saat ini?
Mungkinkah kita masih dapat menghabiskan waktu bersama?
Membagi satu sama lain, dan bercengkrama?
Mungkinkah kita masih dapat menghabiskan waktu bersama?
Membagi satu sama lain, dan bercengkrama?
Mungkinkah kita
masih dapat menatap matahari terbenam, bersama?
Mengiringi kembalinya sang raja siang keperaduannya, bersama?
Mengiringi kembalinya sang raja siang keperaduannya, bersama?
Mungkinkah aku
masih dapat mendengar tawa renyahmu lagi?
Yang mampu membahana ditepi Sungai itu?
Mendengar hangatnya gurauanmu lagi?
Yang mampu memecah deru mesih kapal-kapal air itu?
Yang mampu membahana ditepi Sungai itu?
Mendengar hangatnya gurauanmu lagi?
Yang mampu memecah deru mesih kapal-kapal air itu?
Senja yang dulu
terasa sudah usai,
seiring dengan kepergianmu, sobat!
Mungkinkah senja ditepi Sungai Batanghari kali ini,
ku ubah menjadi senja ditepi Sungai Batanghari yang dulu?
seiring dengan kepergianmu, sobat!
Mungkinkah senja ditepi Sungai Batanghari kali ini,
ku ubah menjadi senja ditepi Sungai Batanghari yang dulu?